Koleksi Museum jadi Artikel Ilmiah Kerjasama Tembus Top Tier Q1 Scopus

Museo-News | Kamis 9 Juni 2022 Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian menyumbang kontribusi riset melalui para punggawa museum yaitu Dr. Phil Toetik Koesbardiati, Dra.(kepala museum); Rizky Sugianto Putri, M.Si. (registrar); dan Delta Bayu Murti, M.A. (kurator) berhasil mempublikasikan artikel ilmiah yang berjudul “Pre-Historic Wallacea – A Melting Pot of Human Genetic Ancestries” pada Top Tier Q1 Scopus. Koleksi dari Museum Etnografi turut memberikan peran dalam penulisan jurnal yang masuk dalam kategori Journal Nature Ecology & Evolution tersebut. Penulisan artikel ilmiah ini merupakan hasil kerja sama internasional dengan sejumlah peneliti , diantaranya Dr. Sandra Oliveira, Dr. Mark Stoneking, Prof. Dr. Cosimo Posth, dkk.

Topik yang dipilih menjelaskan mengenai elemen migrasi yang berpengaruh terhadap populasi Indonesia di wilayah Wallacea. Toetik Koesbardiati menjelaskan, penelitian tersebut menelisik sejarah penghunian Wallacea melalui analisis DNA. Kepala Museum mengemukakan perasaan terkesannya ketika mengerjakan artikel ilmiah ini karena hasil temuan yang didapat memperkuat bahwa Indonesia dipengaruhi oleh migrasi dari Formosa dan dataran Asia Tenggara. “Hasil penelitian ini meninggalkan banyak pertanyaan penelitian lainnya yang sangat menantang untuk dicari jawabnya. Misalnya, hubungan migrasi ini dengan penyakit,” terangnya. Data yang diperoleh kemudian diolah oleh para ahli genetik di Max Planck Institute, Jerman. Lebih lagi, artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke 4 dan 17

Sebagai penutup, Toetik Koesbardiati membagikan semangat kepada para civitas akademika yang sedang melakukan penelitian. “Penelitian itu menyenangkan. Mengembangkan cara berpikir kita, apalagi kalau penelitian tim kerja sama internasional secara multidisiplin. Menjadikan kita saling belajar dan saling menghargai,” tutupnya (FF).