Para Punggawa Forensik dari Museum Kembali Beraksi Membantu Polres Lamongan

Museo-News | 20 Juli 2022 Para punggawa Museum Etnografi kembali memberikan kontribusi dengan menangani kasus forensik. Dr. Phil Toetik Koesbardiati, Dra., Rizky Sugianto Putri, M.Si., Delta Bayu Murti, M.A., Ari Setiawan S. Ant, dan Fatihah Firdaus S. Ant, diminta oleh tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint System) Lamongan sebagai tenaga ahli untuk membantu mengidentifikasi temuan rangka yang diduga merupakan rangka manusia. Kasus temuan rangka tersebut ditemukan pada 15 Juli 2022 di pekarangan rumah salah satu desa di Kabupaten Lamongan. Pada mulanya warga menemukan rangka yang diduga rangka manusia lalu melaporkan ke Polsek kemudian diteruskan ke Polres untuk meminta bantuan tenaga ahli dalam menyelidiki kasus tersebut. Kemudian permintaan tenaga ahli melalui panggilan dari INAFIS Lamongan ke Bu Toetik segera ditindaklanjuti selang sehari kemudian. Bu Toetik selaku Kepala Museum Etnografi dan tim telah berulang kali menangani kasus – kasus identifikasi forensik yang juga tergabung dalam tim DVI (Disaster Victim Identification) Indonesia.

Proses identifikasi berlangsung kurang lebih selama 40 menit di TKP kemudian menemukan titik terang dari kasus temuan rangka tersebut. Bu Toetik menjelaskan “Kerangka ini adalah fetus, ya janin, hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua terutama generasi muda. Anak itu buah hati, jangan sampai menjadi korban dari perbuatan tidak bertanggungjawab, apalagi sampai menghilangkan hak hidup seseorang”.

“Seluruh proses identifikasi dilakukan dengan sungguh-sungguh mengingat terkait aspek sisi sosial dan kehidupan akademis”, tuturnya.

Kontribusi ini mencerminkan prinsip SDG pada poin ke-16 yakni peace, justice, and strong institution. (FF)

Sumber berita:
https://fisip.unair.ac.id/id/berita/read/2315/trio-forensik-fisip-kembali-bertugas-untuk-membantu-kepolisian-resor-lamongan