Modalitas

Museum Etnografi adalah museum tematik, yang mengangkat satu tema khusus yaitu kematian dan tradisi kematian. Kematian dijelaskan secara Antropologis, baik dari aspek budaya maupun aspek biologis, di mana beberapa tradisi kematian dari beberapa suku di Indonesia, dicontohkan dan disajikan dengan display yang menyerupai aslinya dan juga infografis.
Penyajian informasi tersebut didukung oleh kekhasan Antropologi yang berkembang di FISIP Universitas Airlangga, yaitu Antropologi Budaya dan Antropologi Ragawi. Dari aspek budaya, informasi diberikan sesuai dengan pengetahuan budaya lokal pemilik tradisi. Sedangkan dari aspek biologis dijelaskan berdasarkan pengetahuan Antropologi Ragawi.
Laboratorium Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian memiliki kekhasan yang menonjol di bidang Antropologi Forensik. Keistimewaan ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan pengalaman langsung di tempat kejadian perkara (crime scene) dan mempelajari cara-cara identifikasi. Selain itu, laboratorium ini berfungsi sebagai fasilitas utama untuk melakukan identifikasi forensik pada kasus-kasus nyata. Lebih dari itu, laboratorium ini juga digunakan untuk konservasi koleksi museum serta berbagai penelitian lain di bidang Antropologi, dengan fokus utama pada tradisi kematian.
Laboratorium merupakan salah satu modalitas utama Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian untuk terus mengembangkan penelitian, yang menjadi salah satu fungsi inti dari sebuah museum. Dengan adanya fasilitas ini, museum berupaya meningkatkan kapasitas risetnya, memungkinkan dilakukannya eksplorasi ilmiah yang lebih mendalam, serta memperluas kontribusinya dalam dunia akademis dan pelestarian budaya.