Berada di jantung lingkungan akademik, Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian memiliki jaminan keberadaan yang kuat. Keberadaan ini ditopang oleh tema yang unik dan belum pernah diangkat oleh museum lain, menjadikan prospek eksistensinya sangat baik. Dengan demikian, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelestarian, tetapi juga sebagai pusat kajian yang inovatif.
Kematian bukanlah sekadar peristiwa biologis tentang berhentinya fungsi tubuh. Lebih dari itu, kematian mencakup semua aspek sosial, budaya, dan spiritual yang mengelilinginya. Oleh karena itu, tema ini bukanlah subjek yang sempit, melainkan sebuah ruang lingkup kajian yang luas. Studi kematian akan terus dikembangkan, merambah ke berbagai bidang ilmu lain seperti studi demografi, penyakit, hingga dampak sosial dan psikologisnya di masyarakat.